Dari Mana Datangnya Pelangi Dan Terbuat Dari Apa Pelangi?


Melihat pelangi entah mengapa membuat kita merasa merinding. Barisan warna membentang dari langit, sangat indah dan langka.

Orang dulu mengira pelangi adalah tanda dari para dewa. Itu tidak mengherankan. Pelangi muncul di langit, sepertinya secara mendadak. Kemudian, dengan sama misteriusnya, ia menghilang.

Namun banyak orang bertanya, "dari mana datangnya pelangi dan terbuat dari apakah pelangi?"
Resepnya sederhana : butir-butir air di udara, cahaya dan seseorang untuk melihatnya.

Namun sekedar matahari muncul di tengah hujan masih belum cukup. Semuaya harus berada dalam urutan yang tepat. Matahari harus rendah di langit, atau bahkan sedikit di bawah garis cakrawala. Dan kamu harus berdiri membelakangi matahari, memandang ke arah di mana hujan turun atau di mana hujan baru turun.

Beginilah terjadinya matahari : Seberkas sinar matahari, dalamnya perjalanan panjangnya dari angkasa, menembus pusat tetesan air hujan. Saat berkas sinar menembus bagian luar tetesan air, ia membias sedikit. Tetesan air hujan bertindak sebagai prisma, dan membiaskan (merefraksi) setiap warna yang tersembunyi dalam sinar putih sedikit lebih atau sedikit kurang dari pada warna yang di sebelahnya. Jadi, saat sinar itu memasuki tetesan air hujan sinar putih mendadak terpecah menjadi berkas-berkas warna yang cantik.

Di dalam tetesan air hujan, berkas-berkas berwarna bertabrakan dengan dinding dalam tetesan. Dinding ini bertindak seperti cermin, dan memantulkan berkas cahaya darinya. Kini, lebih terefraksi lagi, berkas cahaya kembali melesat kembali keluar dari tetesan air melewati sisi yang sama pada saat masuk.

Sinar matahari awalnya datang dari belakangmu. Kini cahaya yang sudah berubah kembali padamu. Matamu melihat pelangi warna-warni dalam bentuk lengkungan di langit, cahaya yang di biaskan dan di pantulkan oleh ratusan ribu tetesan kecil air hujan.
itulah penyebab terjadinya pelangi.

Artikel Terkait



0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails